Info dan pemesanan hubungi Budianto / Rindra Telf/wa : 085232128980 / 082334020868 Bbm : = D1FFBD9D Facebook Kami :https://www.facebook.com/Budianto79Nasa

Penyakit Kelapa Sawit Yang Paling Ditakuti di Dunia

Lethal yellowing merupakan penyakit kelapa yang paling merusak di dunia, namun demikian pusat produksi kelapa sawit utama dunia seperti Indonesia, Malaysia, Philipina, kepulauan pasifik masih bebas dari penyakit ini. Sementara itu puluhan ribu hektar pertanaman kelapa telah hancur di daerah Amerika (Florida, Meksiko, dan sejulah negara di karibia), Afrika bagian Barat (Togo, Nigeria, Ghana) dan Afrika Bagian Timur (Tanzania, Kenya). Penyebab Penyakit Penyakit ini disebabkan oleh PLO (Phytoplasma like organisms), pertama kali dideteksi di jamaika tahun 1972 (Beakbane et al., 1972; Heinze et al., 1972; Plavsic-Banjac et al., 1972) PLO ini juga telah dikonfirmasi ditemukan di afrika (Dabek et al., 1976; Dollet dan Giannotti, 1976)
Lethal Yellowing
Lethal Yellowing 
Gejala
Gejala yang ditimbul dari berbagai negara yang terserang sangat mirip satu sama lain. Gejala pertama dari penyakit ini adalah gugur buah, yang dimulai dari kelapa yang paling tua. Sementara buah yang baru mau keluar  membusuk dan menghitam. Daun menguning cepat menyebar ke atas, menyebabkan pembusukan bertahap dan kemudian kematian dari kelapa sawit, umumnya kematian terjadi dalam satu tahun sejak gejala pertama

Tanaman Inang
Kebanyakan tanam palm rentan terhadap penyakit ini, PLO telah diuji pada paling sedikit 30 spesis palm yang berbeda termasuk palm hias. Luas inang dari penyakit ini menyulitkan untuk identifikasi tingkat toleransi berbagai varietas kelapa terhadap penyakit ini.

Vector
Dari penelitian yang dilakukan di jamaika diduga bahwa Myndus crudus (Cixiidae) merupakan vektor dari penyakit ini (Tsai, 1977), Myndus adiopodoumeensi juga diduga sebagai vektor dari penyakit ini di ghana (Dery et al., 1995)

Tehnik Pengendalian
Penyakit ini dapat dicegah atau bahkan disembuhkan dengan menyuntikkan antibiotik tetrasiklin (MacCoy, 1972). Cara ini telah digunakan untuk menyelamatkan tanaman palm di Miami, tetapi cara pengendalian ini belum pernah dikonfirmasikan dilakukan di perkebunan.

Dengan mengendalikan Vektor atau mengendalikan inang dari vektor. Di Vanuatu cara pengendalian vektor dilakukan dengan cara menghancurkan akar tanaman Hibiscus tiliocens yang menjadi tempat berkembangnya larva dari M. taffini dan terbukti efektif

Menghilangkan atau menghancurkan tanaman yang terkena penyakit di pertanaman sebelum menyebar ke tanaman lainnya terbukti efekti untuk mencegah penyebaran dari penyakit ini di perkebunan (Dery and Philippe, 1995).

Menanam varietas yang tahan
Dan yang paling penting dan paling efektif adalah mencegah menyebarnya penyakit ini ke daerah-daerah yang bebas (Karantina)

Pencegahannya 
gunakan Natural GLIO sejak awal dan sempor menggunakan Pestona atau pentana dan tambah petekat AERO-810. 

Untuk memaksimalkan hasil kelapa sawit gunakan pupuk organik dari PT. Natural Nusantara Supernasa dan Power Nutrituon ( 1 : 1) atau Supernasa Granule dan Powernurtition ( 3 : 1 )  dosis untuk 1 hektar dengan lahan sehat.
Supernasa Granule dan Powernutrition



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penyakit Kelapa Sawit Yang Paling Ditakuti di Dunia"

Posting Komentar